Assalamualaikum.
Kali ini saya akan memberikan ARTIKEL seputar PHOTOGRAFI .
Apa Si Itu Photografi ? Fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Nah Itu Pengertiannya.
Softwere
- Seorang Photografi maupun orang awam pastu banyak yang tau sama Softwere yang satu ini , softwere yang di maksut iyalah Adobe Photoshop, Apa Si Itu Adobe Photoshop Atau yang Sering Kita Bilang Photo Shop ? Photoshop adalah software yang digunakan untuk memodifikasi gambar atau foto secara profesional baik meliputi modifikasi obyek yang sederhana maupun yang sulit sekalipun,
Seperti ini lah penampakan Photoshop :

Karna Blog Saya Hanya Mengajar Kan Tutorial saja maka saya TIDAK UPLOAD ini
tapi tenang saya kasi Site Download nya [Bagas31.com] atau bisa cari di google.
- Setelah Softwere Kita Bahas Masalah Media Cahaya Nya atau yang lebih di kenal dengan KAMERA,Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi.
Macam macam Kamera Digital
1. Kamera Pocket

Kamera ini mengguanakan mode auto sehingga fotografer tidak perlu ikut campur dalam hal teknis kamera, tinggal langsung bidik-jepret dan lihat hasilnya. Dan saat ini kamera pocket telah banyak berkembang dengan fitur yang lebih baik seperti lensa zoom.
Kelebihan:
- Baterai tahan lama.
- Penggunaan mudah, bahkan untuk yang baru mengenal kamera ini karena menggunakan mode auto.
- Digital zoom, yaitu metode memperbesar sebuah objek yang menggunakan software atau proses cropping, namun berbeda dengan manual zoom seperti yang ada pada kamera DSLR.
- Optical zoom, yaitu metode memperbesar yang menggunakan pergerakan lensa secara mekanis. Pada kamera keluaran terbaru lensa zoom akan bergerak mengikuti pengaturan zoom pada LCD atau layar kamera.
- Fitur dan fasilitasnya minim.
2. Kamera Prosumer /Bridge Camera

Umumnya kamera jenis ini lensanya dapat diputar manual seperti lensa SLR, dan pada kamera keluaran terbaru lensanya sudah bisa diubah-ubah. Kamera ini berukuran sedang, tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, berada ditengah-tengah antara kamera saku dan kamera DSLR. Kamera ini menggabungkan fleksibilitas antara kamera saku dan kamera DSLR untuk gambar yang lebih baik namun tetap praktis.
Kelebihan:
- Memiliki rentang zoom yang lebih lebar dari kamera saku yaitu 18x lipatnya.
- Praktis dan mudah dibawa kemana-mana karena ukurannya yang tidak terlalu besar.
- Kamera superzoom dengan lensa zoom khusus untuk ukuran bodinya yang tidak terlalu besar.
- Sensor kamera prosumer yang lebih kecil dari DSLR sehingga kualitas gambarnya pun tidak sebaik kamera DSLR.
- Kualitas gambar juga lebih rendah dari kamera DSLR jika digunakan pada keadaan yang kurang terang saat menggunakan ISO yang tinggi, oleh sebab itu siasatilah dengan mensetting ISO yang rendah, maksimal ISO 400 untuk menghasilkan gambar yang lebih baik.
- Auto focus dan jeda antar foto kurang begitu cepat untuk yang menginginkan moment cepat dan penting, lebih-lebih jika objeknya bergerak cepat akan sulit untuk mengejar fokusnya.
3. Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex)

Kamera ini bisa disetting sesuai selera dan kebutuhan fotografer, oleh sebab itu kamera ini paling umum digunakan oleh para profesional dan orang-orang yang hobi dibidang fotografi.
Namun pengoperasian kamera ini tidak semudah kamera saku atau prosumer, setting manual pencahayaan dan penggunaan fitur dan aksesorisnya yang begitu lengkap juga harus dikuasai.
Kelebihan:
- Fleksibilitas tinggi karena lensanya dapat digonta-ganti dengan mudah sesuai kebutuhan.
- Kinerja yang lebih baik dibanding kamera digital lain baik dalam hal penundaan rana yang lebih pendek, autofocus cepat, kapasitas memory yang lebih besar, dan respon cepat saat syuting yang berkesinambungan.
- Kualitas gambar lebih baik.
- Mudah di upgrade, meskipun telah bertahun-tahun digunakan tidak akan ketinggalan zaman karena banyak aksesoris tersedia di toko-toko kamera untuk meng-upgrade.
- Harganya mahal.
- Bodi lebih besar dan berat dibanding kamera digital biasa, sehingga akan mengganggu kenyamanan saat pengambilan gambar atau pun dalam membawanya.
- Pengoperasiannya secara manual dan banyaknya tombol akan menyulitkan pengguna yang kurang faham dan belum terbiasa.
Teknik Pemotretan
Focusing- Istilah focusing dalam fotografi adalah proses penajaman imaji pada bidang tertentu suatu obyek pemotretan. Focusing adalah teknik paling dasar tetapi begitu penting, karena untuk mendapatkan gambar yang tajam dan jelas kita harus melakukan focusing secara tepat. Pemilihan bidang atau titik tertentu dalam suatu obyek foto akan menentukan kesan “kedalaman” pada sebuah foto. Obyek yang akan kita hadapi dalam pemotretan tidak hanya sekedar benda diam saja, tetapi kita juga akan dihadapkan pada benda bergerak (misalnya foto olahraga), hal ini akan berpengaruh pada tingkat kesulitan dalam focusing. Untuk tahap pembelajaran, lakukanlah focusing pada benda diam dahulu hingga kita memahami tehnik focusing dengan tepat
- Proses pembakaran negatif di dalam kamera untuk mendapatkan imaji tertentu dipengaruhi oleh cara kerja dan kecepatan rana kamera. Kita bisa menentukan kecepatan rana saat pembakaran dengan pengaturan speed. Semakin tinggi speed (high speed) yang kita pakai maka akan semakin cepat pula rana bekerja dan sebaliknya, semakin rendah speed (low speed) yang kita pakai maka akan semakin lambat pula rana bekerja. Dalam dunia fotografi terdapat istilah pencahayaan normal (normal eksposure), pencahayaan rendah (under eksposure) danpencahayaantinggi (over eksposure). Pencahayaan normal adalah dimana kita menentukan speed dan diafragma yang tepat untuk mendapatkan gambar seperti pada keadaan obyek foto yang sebenarnya. Over eksposure (pencahayaan tinggi) adalah kompensasi pada pengaturan speed untuk mendapatkan intensitas pencahayaan yang lebih banyak daripada pencahayaan normal dan gambar yang dihasilkan pun lebih terang daripada kondisi aslinya. Under eksposure (pencahayaan rendah) adalah kompensasi pencahayaan pada pengaturan speed untuk mengurangi intensitas cahaya dibawah pencahayaan normal. Under eksposure sering digunakan ketika kondisi cahaya dalam pemotretan terlalu keras sehingga pengkompensasian akan diperlukan untuk mendapatkan gambar yang lebih maksimal.
- Sebuah foto yang menarik adalah dimana foto tersebut terdapat dimensi ruang atau kesan kedalaman. Fasilitas diafragma pada lensa kamera berperan penting dalam mengatur pemisahan antara bidang background dan obyek utama. Diafragma juga menetukan seberapa luas ruang tajam pada foto. Semakin kecil bukaan diafragma semakin luas ruang tajam yang bisa kita dapatkan dan semakin besar bukaan diafragma maka semakin sempit ruang tajam dalam foto.
Resep Kreatif Pemotretan
Zooming
- Zooming adalah kreatif pemotretan dengan memanfaatkan fasilitas ring zoom pada lensa kamera. Zoom in adalah membuat gambar obyek tampak lebih mendekat sedangkan zoom out adalah membuat gambar obyek tampak lebih menjauh. Dalam pengaturan speed dan penggunaan zoom yang tepat akan memberikan efek motion (gerak) pada hasil foto.
- Kamera
- Tripod (jika diperlukan)
- Filter Radial Zoom (jika diperlukan)
Cara membuat :
- Memotret zooming, membutuhkan speed yang lambat, jadi pastikan speed pada kamera anda dalam setting speed lambat, pastikan objek dalam keadaan fokus
- Setelah speed ditentukan, maka lanjutkan dengan mengatur diafragma menyesuaikan speed agar mendapat pencahayaan yang normal
- Setelah mendapat normal, jepret shutter bersamaan dengan memutar ring zoom, jika ring zoom diputar dari jauh ke dekat maka disebut zoom in, jika ring zoom diputar dari dekat ke jauh disebut zoom out
- Jika kesulitan dengan speed lambat, anda bisa menggunakan tripod atau filter radial zoom.
Panning
- Panning adalah teknik kreatif pemotretan untuk mendapatkan efek gerak pada obyek yang bergerak (balap motor, orang berlari, dll). Hasil dari teknik panning adalah adanya efek motion (gerak) pada latar belakang (background).
- Kamera
- Tripod (jika diperlukan)
- Sama seperti memotret zooming, motret panning membutuhkan speed yang lambat agar menghasilkan efek gerak. Jadi pastikan kamera anda dalam setting speed lambat
- Kemudian lanjutkan dengan mengatur diafragma agar mendapat pencahayaan yang normal
- Pencet shutter bersamaan dengan mengubah arah kamera mengikuti gerak objek
- Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan memencet shutter pada saat objek berada tepat di tengah kamera
- Jika anda kesulitan dengan speed lambat, pergunakan tripod.
Double/Multi Ekspose
- Adalah teknik pemotretan dengan mengkombinasikan beberapa perekaman imaji/gambar dalam satu bingkai frame. Teknik ini membutuhkan penuangan kreatifitas, ide, konsep dan pemahaman komposisi serta pencahayaan.
- Kamera
- Filter Multi Ekspose (jika diperlukan)
Cara membuat :
- Memotret multi ekspose membutuhkan ide, konsep, dan kreativitas. Jadi pastikan anda sudah mempunyai ide
- Jika anda sudah mempunyai ide, pastikan objek yang akan anda potret dalam keadaan pencahayaan normal (atur terlebih dahulu speed dan diafragmanya)
- Jika pencahayaan sudah normal, pencet tombol shutter. Objek 1 sudah anda dapatkan
- Untuk mendapatkan objek ke-2, 3, dst., ulangi urutan di atas. Akan tetapi sebelum memutar kokang, putar tombol multi ekspose kemudian baru di kokang, kemudian pencet shutter dan begitu seterusnya
- Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan anda sudah memikirkan porsi untuk objek 1, 2, 3, dst dalam satu frame
- Jika anda kesulitan, anda bisa menggunakan filter multi ekspose.
Bulb
- Bulb adalah proses pemotretan dengan memanfaatkan fasilitas bulb pada kamera. Fasilitas bulb pada kamera memberikan keleluasaan dalam menentukan berapa lama rana terbuka untuk proses pembakaran. Bila kita memotret pada kondisi cahaya yang minim atau sangat kurang (pada malam hari), dan prioritas speed tidak mampu lagi mendapatkan pencahayaan normal maka fasilitas bulb pada kamera akan sangat membantu. Untuk menghindari goncangan (shaking), alat bantu tripod dan kabel release sangat dibutuhkan.
- Kamera
- Tripod
- Kabel Release
0 Komentar untuk "Mengulas Lebih Jauh Tentang Photografi"
- Berkomentarlah Dengan Santun Dan Terpuji ,
- No Spam
- Tidah Boleh Mengirim Situs Link
Ska_cyber